Dianggap Tak Netral, Dua ASN Bapenda Badung Dipanggil Bawaslu

MANGUPURA-fajarbali.com | Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Badung dipanggil Bawaslu Badung, Selasa (8/9) karena diduga mendukung Paslon yang baru saja mendaftarkan diri ke KPU Badung.

Dua ASN berinisial MD dan MS tersebut merupakan pejabat di lingkungan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)/ Pasedahan Agung Kabupaten Badung.

Ketua Bawaslu Badung, I Ketut Alit Astasoma mengatakan, dari pemantauan yang dilakukan pihak Bawaslu, sudah ada tiga orang yang dipanggil atas dugaan netralitas Pilkada Badung. Satu diantaranya merupakan tenaga harian lepas (THL). “4 September kami sudah melakukan panggilan dan klarifikasi kepada satu oknum THL di Badung. Kini dua ASN di Pemkab Badung kami mintakan klarifikasi,” ujarnya ditemui di Kantor Bawaslu Badung.

ASN berinisial MD terlihat hadir pada pukul 13.00 Wita. Kemudian disusul MS pada pukul 15. 00 Wita. “Nanti kita dalami klarifikasi yang disampaikan oleh ASN yang kita panggil ini. Apakah memenuhi unsur pelanggaran atau tidak,” ungkapnya.

“Ini baru proses pendalaman mekanisme temuan maupun laporan dan kita di Bawaslu tidak melakukan vonis. Jika memenuhi unsur pelanggaran nantinya kita serahkan rekomendasi  kepada pembina ASN di Badung,” imbuhnya.

Berdasarkan data Bawaslu, keduanya diketahui hadir pada saat pendaftaran bakal paslon bupati dan wakil bupati di KPU Badung. MD menggunakan pakaian adat dengan kaos relawan bakal paslon. Sedangkan MS terang-terangan menggunakan kemeja berlogo salah satu partai.

“Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengakui memang aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Badung,” kata I Gusti Ngurah Bagus Cahya Sasmita selaku Kordiv Pengawasan, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Badung.

Padahal Januari lalu Bawaslu Badung sudah bersurat ke Bupati Badung, sekda, hingga ke lurah dan kades di Badung. Terkait hal itu, keduanya juga mengakui telah ada arahan dari bupati maupun sekda agar tidak terlibat politik praktis dan pendaftaran bakal paslon.

BACA JUGA  Anom Gumanti Terpilih jadi Ketua Tim Kampanye GiriAsa

“Jadi ini merupakan pengembangan dari informasi awal masyarakat adanya ASN yang diduga hadir saat pendaftaran bakal paslon di KPU Badung. Kami menelusuri dan mengecek dari dokumentasi foto tim humas bawaslu dan ditemukan. Diperkuat dengan unggahan yang bersangkutan di media sosial masing-masing,” jelasnya.

Terkait istri Bupati dan Wakil Bupati Badung yang juga hadir saat pendaftaran bakal paslon, Made Pande Yuliartha selaku Kordiv Hukum, Penanganan Pelanggaran, dan Penyelesaian Sengketa menjelaskan ada SE mendagri 273/487/SJ 2020 yang mengatur hal itu. Seperti diketahui istri Bupati Badung, Seniasih aktif di TP PKK dan Dekranasda.

Sedangkan istri Wakil Bupati, Kristiani merupakan ASN. “Jadi kehadiran mereka dalam kapasitas istri yang mendampingi suami. Tapi nanti keduanya juga ikut izin cuti bersama bupati dan wakil bupati,” jelasnya.

Sementara kehadiran MD dan MS di lokasi atas inisiatif sendiri. Hal inilah yang membedakan. Pande mengatakan saat ini hasil pemeriksaan tengah diproses. “Kami punya waktu lima hari, hingga Sabtu depan untuk menentukan hasilnya,” katanya. (put)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *