Kecewa, PD Golkar se-Badung Kompak Mundur

DENPASAR-fajarbali.com | Keputusan Partai Golkar memberikan rekomendasi kepada Pasangan I Nyoman Giri Prasta-Ketut Suiasa (Giriasa) di Pilkada Badung berimbas pada kader akar rumput di Badung.

Hal ini terbukti dengan kedatangan Perwakilan Pengurus Desa (PD) Golkar se-Badung ke DPD Golkar Bali, Senin (07/08).

Kedatangan mereka dimaksudkan untuk mengundurkan diri dari kepengurusan PD Golkar di Badung.

Ada enam pernyataan sikap yang disampaikan para PD, pertama, Partai Golkar tidak sesuai dengan mandat dan arahan Munas pada tanggal 4 Desember 2019 lalu dimana memprioritaskan dan memberikan ruang penuh kepada kader yang ingin maju pada perhelatan Pilkada.

Koordinator PD Golkar se-Badung Wayan Sumantra Karang menyerahkan pernyataan sikap dan pengunduran diri kepada Sekretaris DPD I Golkar Bali Made Dauhwijana

Kedua, Partai Golkar tidak menghormati mekanisme internal partai, terbukti dengan pemberian rekomendasi di Pilkada Badung 2020 tidak melalui prosedur oleh Partai Golkar dan Koalisi.

Ketiga, mengabaikan aspirasi kader di bawah, sehingga kader merasa tidak dihargai. Padahal pada realitas politik pada Pilkada 2015 lalu, Partai Golkar mendukung Pasangan yang diusung oleh PDIP hasilnya tidak mendapat manfaat apapun. Salah satunya banyaknya penekanan dan penurunan jumlah kursi di DPRD Kabupaten Badung dan Provinsi Bali. 

Keempat, meminta kepada Golkar Badung dan Bali untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan kepada DPP tentang mekanisme dan proses yang telah dilalui oleh Partai Golkar dan koalisi. Kelima, pengurus Partai Golkar Badung merasa kecewa dengan sikap Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTB-NTT DPP Partai Golkar Gede Sumarjaya Linggih dan Anggota Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTB-NTT DPP Partai Golkar Alit Yudha Suparsana yang terkesan arogan dengan elit Partai Golkar di Bali yang berakibat keputusan sepihak dalam Pilkada Badung. Sehingga kader dibawah menjadi korban.

BACA JUGA  Maju di Pilkada, Giri Prasta-Suiasa akan Ajukan Cuti

Terakhir, meminta DPP Partai Golkar untuk menertibkan oknum-oknum DPP yang tidak memberikan informasi yang benar kepada Ketua Umum Partai Golkar.

Koordinator PD Golkar se-Badung Wayan Sumantra Karang menyatakan pihaknya bersama dengan para PD merasa kecewa dengan sikap Partai Golkar yang tidak memberikan ruang kepada kader sendiri. Selain itu juga dengan keputusan sepihak yang memberikan rekomendasi kepada Pasangan yang diusung oleh PDIP. Padahal, Partai Golkar bersama NasDem dan Gerindra sudah lebih dulu berproses lebih dulu dengan membangun Koalisi Rakyat Badung Bangkit (KRBB). Hingga akhirnya tercipta Pasangan I Gusti Ngurah Agung Diatmika-Wayan Muntra (Diatmika-Muntra).
Hal inilah yang mendorong para kader dibawah merasa kecewa lantaran aspirasi tidak dihiraukan.

“Kami ingin menyampaikan satu hal kekecewaan terhadap proses mekanisme terbitnya rekomendasi di Pilkada Badung 2020. Aspirasi kami sama sekali tidak didengarkan oleh DPP,” katanya didampingi perwakilan PD se-Badung.

Bukan itu saja, pihaknya juga merasa tidak ada penjelasan ataupun klarifikasi dari DPD Golkar Bali ataupun DPP terkait rekomendasi tersebut. Padahal, Sumantra menyebut jika sejak awal usulan dari masing-masing partai dan RRB adalah Diatmika-Muntra. Namun, dimasa injury time berubah.

“Kami merasa sudah diluar batas kebijakan mekanisme Partai Golkar ini. Mohon ijin kami menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan baik dari tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten, dan Provinsi,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD I Golkar Bali Made Dauhwijana didampingi Ketua Bapilu Golkar Bali Komang ‘Kos’ Suarsana saat menerima perwakilan PD se-Badung menyatakan, memahami kekecewaan para kader dibawah.

“Kami juga perlu klarifikasi bahwa kita seluruh proses seperti di Denpasar tidak bisa mencalonkan sendiri karena kuota. Itu berdasarkan usulan koalisi. Ada usulan dari kabupaten/kota, kita proses di Tim Pilkada lalu kita ajukan kepada DPP. Bahkan Badung tanggal 4 (Agustus) sudah lebih dulu dari Denpasar usulan itu,” akunya.

BACA JUGA  Dianggap Tak Netral, Dua ASN Bapenda Badung Dipanggil Bawaslu

Mantan Ketua DPD II Golkar Gianyar ini menunjukan bukti berupa email ke DPP Partai Golkar di Jakarta guna memperkuat klarifikasi. “Bahkan ada isu berkembang bahwa kami tidak mengirimkan. Kita sudah (ada) bukti lewat email dan pos,” tandasnya.

Sebagai kader dibawah, Dauh mengaku tegak lurus dengan keputusan yang dikeluarkan oleh DPP Partai Golkar. Mengenai aspirasi dari para PD se-Badung akan dirinya sampaikan kepada Ketua DPD I Golkar Bali.

“Aspirasi dari temen-temen pasti akan kami sampaikan adanya sikap seperti ini. Siapa tahu dalam situasi yang sudah tenang dan bagus nanti, kita bersama-sama di Golkar. Teman-teman ini sudah berjuang untuk Golkar,” pungkasnya. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *